Wednesday, October 16News and Features

Coworking Space, Solusi Ruang Ritel Bersama yang Murah

Sebuah area coworking untuk perkantoran yang sedang jadi tren (Foto: allwork.space)

JAKARTA – Rendahnya penyerapan ruang ritel menjadi peluang bagi para operator coworking untuk meningkatkan kembali tinggat okupansi ruang ritel. Langkah ini menurut Darsono Tan, Direktur Leads Property Services Indonesia, cukup membantu tingkat okupansi mal, tetapi belum banyak mal yang menerima konsep ini. Peritel masih berhati-hati dan mencermati kondisi sebab mereka merasa coworking space masih diasosiasikan dengan perkantoran.

“Akan mulai tren coworking masuk. Bahkan mungkin nanti di tiap mal akan ada. Utamanya untuk mal besar  dengan ukuran 500 m2 – 1.000  m2 karena itu dianggap sebagai kebutuhan,” katanya sebagaimana dikutip dari Bisnis pada Minggu (12/8/2018).

Dalam menentukan titik-titik kehadiran mereka, operator coworking menargetkan lokasi yang sudah terbentuk komunitasnya seperti  Kalibata, Taman Anggrek, Mal Ciputra akan menjadi target para operator coworking.

“Banyak lulusan yang mau membuka bisnis tinggal sewa ke coworking. Mungkin di masa depan memang coworking akan mencari lokasi yang dekat komunitas mahasiswa, sebab entrepreneurship lahir dari situ semua kan,” tambahnya.

Darsono memaparkan, biasanya operator coworking space ini akan mengambil lokasi di lantai atas atau lokasi yang lebih dalam di suatu  ritel dengan eksposur yang kurang baik. Lazimnya lokasi yang tidak menarik bagi tenan. Hal itu dikarenakan destinasi orang ke sana untuk bekerja dan bukan hang out.

Adapun secara positif coworking di pusat perbelanjaan akan  mendapat promosi yang lebih baik karena banyak pengunjung mal yang mengetahui keberadaanya. Berbeda dengan coworking dalam gedung perkantoran yang tak terlalu terlihat keberadaannya.

Coworking space di mal juga lebih fleksibel mengikuti jam kerja ritel.

Sementara itu, tantangannya adalah keterbatasan ruang ritel bagi operator coworking yang ingin berekspansi sehingga ekspansi harus dilakukan dengan menyewa gedung perkantoran di luar ritel.

“Kalau mengambil di mal luasnya terbatas, tidak bisa sebesar perkantoran yang punya space lebih banyak. Mereka bisa berekspansi di lantai lain gedung perkantoran yang sama. Kalau di ritel, jika mau berkembang  harus menyewa keluar,” ujarnya. (BSN/TM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *