Wednesday, October 16News and Features

Di 2017 Banyak Pengembang Menunda, Agung Podomoro Jaga Komitmen

PODOMORO – Pekan lalu, konsultan properti Colliers merilis, sepanjang 2017 komitmen pengembang dalam menyelesaikan konstruksi hunian vertikal di Jakarta tidak sesuai jadwal. Hal ini menimbulkan banjir pasokan apartemen pada tahun 2018. Hanya 38,4% unit yang terbangun, dari total target yang ditetapkan sebanyak 21.167 unit. Kondisi ini tak lepas dari sikap wait and see yang dilakukan pengembang dengan melihat kondisi pasar sepanjang tahun lalu.

Kendati demikian, ini tidak terjadi pada pengembang kawakan yang dijuluki raja apartemen, PT Agung Podomoro Land, Tbk. Dalam kondisi pasar seperti tahun silam, perusahaan ini justru berhasil merampungkan sejumlah proyek, dan setidaknya menunjukan progres yang signifikan terhadap pengerjaan sejumlah proyeknya.

Indra Widjaja Antono, Vice President Director APL mengatakan, justru pada saat kondisi pasar sedang melambat seperti tahun lalu, perusahaan mendapatkan kesempatan untuk membuktikan kepada konsumen komitmennya untuk membangun.

“Semua proyek kita jalan terus dan kita berusaha men-deliver unit ke konsumen tepat waktu. Anda bisa lihat di semua proyek kita yang sedang berjalan, progress-nya positif. Seperti di Medan, Batam, Jakarta, Cimanggis, dan terakhir memasuki tahun 2018 kita mulai tes pasar dengan produk residensial terbaru kita di Bandung,” ungkapnya.

Publik pun dapat menyaksikan bagaimana progres pembangunan sejumlah proyek yang berada di bawah bendera APL. Tengok saja di Podomoro Golf View, Cimanggis dimana pembangunan tower-tower apartemen di sana jalan terus. Menuru Indra, hal ini sudah menjadi komitmen APL sedari dulu untuk berusaha menyelesaikan pekerjaan tepat waktu agar konsumen tetap percaya dan yakin pada proyek-proyek mereka.

Sementara itu, Senior Associate Director Research Colliers Ferry Salanto dalam rilis pekan lalu mengatakan karena penundaan pada tahun 2017, pada tahun ini jumlah pasokan akan bertambah banyak karena ada penyelesaian dari proyek pada tahun 2017. Perkiraan mereka, pada 2018 akan ada total sekitar 34.000 unit dan ini agak mengerikan dari sisi suplai.

Ferry menambahkan pada 2 tahun mendatang, diproyeksikan jumlah suplai akan lebih masuk akal karena hanya sekitar 10.000 unit per tahun kendati nantinya juga terdapat proyek tahun ini yang ditunda pada 2019. (FL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *