Sunday, August 25News and Features

Sebelum Ngedekor, Kenali Dulu Sejarah Pohon Natal

JAKARTA – Setiap tahun di hari-hari seperti ini, ketika hawa mulai lebih dingin dari biasanya, hujan lebih sering turun dan memasuki Bulan Desember, mereka yang merayakan Natal mulai sibuk mendekorasi rumah dan kamarnya dengan Pohon Natal, plus aksesorisnya.

Pertanyaannya, mengapa dunia seolah menempatkan Pohon Natal sebagai prioritas utama ketika hendak mendekorasi. Berikut ini sekelumit kisah tentang Pohon Natal yang penting untuk Anda ketahui.

Mesir dan Romawi Kuno

Baik orang Mesir kuno maupun Romawi melihat rona terang dari pohon hijau sebagai cara untuk memberi kehangatan dan harapan kepada orang-orang, selama musim dingin tiba. Orang juga akan menandai titik balik matahari musim dingin (hari terpendek dan malam terpanjang yang biasanya jatuh pada 21 Desember atau 22 Desember) dengan menggunakan dahan hijau.

Tanaman ini berfungsi sebagai pengingat juga, bahwa sayuran pun akan tumbuh kembali saat musim semi dan musim panas tiba. Di beberapa negara, orang percaya bahwa pohon cemara bahkan memiliki kemampuan untuk menangkal kejahatan dan penyakit. 

Tahun 1444

Ada yang bilang pohon Natal yang pertama ada di London, dekat dengan Pasar Leadenhall sekarang. Namun, tampaknya ini  hanya terjadi sekali saja, karena pohon natal tidak pernah hadir lagi di Inggris sampai abad ke-19.

Tahun 1500-an

Banyak yang percaya Martin Luther, reformis Protestan, memulai tradisi menambahkan lilin yang sedang  menyala ke sebatang pohon, karena itulah kita menghias pohon dengan helai bola lampu hari ini. Cerita berlanjut bahwa sementara Luther sedang berjalan pulang pada suatu malam musim dingin, dia melihat bintang berkelap-kelip di antara pohon evergreen dan ingin menciptakan kembali momen ajaib bagi keluarganya.

Tahun 1771

Pohon natal muncul di Jerman, namun bertahun-tahun sebelumnya, penulis Johann Wolfgang von Goethe mengunjungi Strasbourg, dekat perbatasan Jerman, dan telah memasukkan konsep tersebut dalam novelnya, The Sorrows of Young Werther.

Tahun 1820-an

Dokumentasi pertama pohon cemara yang dihiasi di Amerika Serikat ditemukan di pemukim Jerman di Pennsylvania.

Tahun 1846

Ratu Victoria, Pangeran Albert dari Jerman, dan anak-anak mereka diperlihatkan sedang berdiri di sekitar Pohon Natal di Illustrated London News. Karena Ratu Victoria sangat populer saat itu, tren pohon natal pun melesat di Inggris dan Pantai Timur Amerika Serikat. Natal bersama Ratu Victoria, Pangeran Albert, anak-anak mereka dan ibu Ratu Victoria, pada tahun 1848 seperti yang digambarkan dalam Illustrated London News.

Tahun 1882

Ketika Edward H. Johnson, wakil presiden perusahaan Electric Light Edison, ia mendekorasi sebatang pohon dengan 80 bola lampu merah, putih, dan biru dan memajangnya di jendela New York City, sebuah surat kabar di Detroit membantunya mendapatkan gelar “Bapak dari Pohon Natal Listrik. “

Tahun 1895

Beberapa orang Amerika masih ragu menggunakan lampu listrik di pohon Natal mereka, meskipun Presiden Grover Cleveland telah menggunakannya. Dia dikatakan telah mengenalkan pohon Natal Gedung Putih yang dinyalakan secara elektrik.

Tahun 1903

Perusahaan General Electric mulai menjual Christmas Light Kits sehingga orang-orang dapat menghias Pohon Natal mereka dengan lebih mudah.

Tahun 1917

Dua tahun kemudian, sebuah pohon yang terang ditempatkan di Rockefeller Center, yang memicu tradisi tahunan kota tersebut

Hari ini

Setelah sejarah yang kaya, pohon natal (baik yang asli maupun buatan) telah menjadi pusat perhatian pada hari-hari ini – dan tradisi natal klasik akan hadir di rumah Anda dalam waktu dekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *