Sunday, August 25News and Features

Lee Kang Hyun, 60% Korea 40% Indonesia

JAKARTA – Memang tidak setiap orang, jika merasa terjepit justru ia menjadi lebih ‘ngotot dan berusaha untuk keluar dari himpitannya. Itulah yang dialami Lee Kang Hyun, Vice President Director PT Samsung Electronics Indonesia yang pada tahun 1989 sudah mulai mengenal Indonesia melalui seorang sahabat pena yang berkebangsaan Indonesia, sebelum pada 1993, ia ditugaskan Samsung untuk membuka pasar di Indonesia bagi ponsel pintar Samsung asal Korea itu.

Lee Kang Hyun cukup kesulitan pada awalnya, karena merk asal Korea Selatan itu tidak dikenal di sini. Namun, ia terus bertahan dan terus berjuang memperkenalkan nama Samsung, hingga akhirnya sekarang ponsel pintar ini merajai Indonesia.

Kalau dibilang, ia kemudian jatuh cinta kepada Indonesia, mungkin tidak berlebihan. Pasalnya, Indonesia tidak hanya menjadi salah satu pasar ‘gemuk’ bagi produk-produk yang ia pasarkan, melainkan ia pun akhirnya menikah dengan perempun Indonesia, mempunyai 3 orang anak laki-laki dan menjadi mualaf yang taat.

“Saya sekarang sudah 60% Indonesia, 40% Korea. Kalau isteri saya, sudah 60% jadi orang Korea, karena dia sudah paham kebudayaan Korea, sudah bisa berbahasa Korea dan sudah pintar masak makanan Korea.”

Ketiga anak Lee yang bersekolah di international school. Menurutnya, sekalipun tinggal di Indonesia, anak-anaknya pun sangat memahami budaya dan bahasa serta makanan Korea.

“Jadi kalau anak-anak saya, 40% Korea, 40% Indonesia dan 20% internasional. Tetapi yang sulung sekarang kuliah di Amerika, sehingga saya harap dia lebih ke internasional, sementara anak kedua lebih ke Korea dan anak ketiga lebih ke Indonesia, supaya adil,” ungkapnya sambil tergelak.

Kalau berbicara tentang kulinar, dia sangat antusia. Lee sangat menyukai masakan Manado, dia ‘gila’ makanan pedas, bahkan katanya, dia setiap hari makan cabe rawit!

“Ada restoran Makassar di Menteng, saya lupa namanya, itu seminggu sekali saya pasti ke sana. Dan, keluar bersama keluarga untuk mencari tempat-tempat makanan yang enak adalah kegiatan saya dan keluarga setiap weekend,” katanya.

Lee juga sangat bangga menjadi seorang Muslim, tidak pernah batal puasa selama puluhan tahun ini, dan selalu sembahyang di Masjid, bersama dengan ketiga anaknya. Dan pastinya berbahagia bersama , juga dengan istrinya, yang sering mengirimkan kisah-kisah religious melalui wahtsapp.

Berbicara dengan Lee, kita mendapatkan satu kata kunci, yang dapat dijadikan inspirasi bagi siapa saja. Ini tentang kata ‘pantang menyerah.’ Lee berhasil membuktikan, bahkan selain dia dalam pekerjaannya semakin sukses dan mendunia, dia pun mampu mendapatkan kehidupannya dengan bahagia, di negara yang dicintainya selalin Korea. (Ferdinand Lamak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *