Sunday, August 25News and Features

Dr. Cosmas Batubara dan Optimisme yang Tak Padam

JAKARTA – Mempertahankan tetap tegaknya sebuah perusahaan apalagi harus melewati periode krisis tahun 1998, bukanlah sebuah perkara mudah. Apalagi jika hari ini perusahaan itu terus tumbuh dan berkembang hingga mencapai usia ke-48 tahun, tentu bukanlah sebuah usia muda. Itulah keberadaan perusahaan yang saat didirikan bernama Agung Podomoro Grup dan kini go public dengan nama PT Agung Podomoro Land, Tbk. Bak sebuah bahtera, perusahaan ini telah mengarungi lautan properti Indonesia dengan mempersembahkan banyak karya yang kini dinikmati rakyat Indonesia.

Pertanyaannya, apa sesungguhnya rahasia eksistensi dan maju pesatnya perusahaan ini ketika tidak sedikit perusahaan properti yang harus ‘berkemas’ tak tahan dihadang kondisi pasar yang melambat? Drs. Cosmas Batubara, Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land, Tbk. memiliki kiat mujarab untuk membawa biduk besar perusahaan ini melewati masa-masa sulit. Dia hanya punya satu kata yakni optimisme. Kata ini yang membuat perusahaan ini terus survive hingga detik ini. Dan dengan optimisme yang terus menderu, perusahaan ini terus mencari celah pasar yang hanya bisa didapatkan jika optimisme itu tetap ada.

“Berbagai hal yang berkaitan dengan properti terutama di wilayah perkotaan pastinya diperlukan. Misalnya, hal yang berkaitan dengan tempat berbelanja yang kita kenal dengan mall. Pertumbuhan penduduk pun pasti akan mendatangkan kebutuhan perumahan. Lalu perkembangan perkotaan tentu akan membutuhkan perkantoran. Juga, pergerakkan penduduk dari desa menuju perkotaan, akan mendatangkan kebutuhan perhotelan. Kita melihat bahwa banyak aspek yang diperlukan oleh manusia karena itu kita mengatakan, apapun yang terjadi sepanjang manusia itu ada dan berkumpul, pasti properti diperlukan,” demikian ungkapnya.

Diakuinya, periode 3 tahun terakhir memang kondisi pasar tidak sebagus tahun-tahun sebelumnya. Namun dengan optimis, Cosmas mengatakan, jika dilihat dari indikator makro ekonomi khususnya tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berkisar di angka 5%, ternyata pasar properti tetap ada, termasuk kebutuhan perumahan di perkotaan selain Jakarta.

“Ini hal yang biasa yang terjadi dalam pertumbuhan seuatu negara, atau kota. Ada waktunya, ada season-nya. Karena itu kita sebagai pihak yang bergerak di sektor properti dalam hal ini PT Agung Podomoro Land, Tbk., kita optimis, kebutuhan itu tetap ada. Kita tidak pernah pesimis. Tinggal bagaimana kita bisa mengendalikan kegiatan kita di tengah riak-riak atau gelombang yang ada,” ujarnya sambil menambahkan di tengah kencangnya persaingan, pihaknya mengimplementasikan blue ocean strategy.

“Kita mencoba mencari produk-produk yang diperkirakan mampu menerobos kondisi pasar yang sedang terjadi,” paparnya.

Ia pun menguraikan sejumlah rekam jejak perusahaan ini, setelah krisis 1997, Podomoro masuk ke program rumah susun dengan kemudahan cicilan bagi konsumen. APL membangun rumah susun di Jakarta ini, seperti Kalibata City dan Gading Nias Residence. Sekarang ia juga melihat kondisi kebutuhan hunian di Jakarta dan sekitarnya masih tetap tinggi sehingga Agung Podomoro pun meluncurkan lagi produk Podomoro Golf View untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Memandang segala sesuatunya dengan positif dan optimis telah membuat perusahaan dengan portofolio proyek apartemen terbanyak di Indonesia ini senantiasa eksis, mengembangkan berbagai proyek pada berbagai tingkatan daya beli masyarakat. Mulai dari apartemen dengan target masyarakat berdaya beli tinggi, hingga kelompok masyarakat dengan kemampuan yang terbatas sebagaimana yang kini dengan dilakukan di Podomoro Golf View itu.

Di properti hanya ada persaingan yang apples to oranges

Berbicara tentang persaingan di jaman seperti ini, perusahaan sebesar Agung Podomoro tentulah sudah sangat berpengalaman menghadapinya, bahkan telah memberikan bukti bagaimana tetap eksis hingga detik ini. Namun demikian, Cosmas nampaknya kurang sepaham dengan cara pandang yang mengatakan, jika ada perusahaan properti yang bersaing secara head to head.

“Berbeda dengan produk lain yang bisa bersaing head to head karena produk mereka layak bersaing secara apple to apple. Harus dipahami bahwa di bidang properti, persaingan itu tidak apple to apple. Persaingan itu tentu berkaitan dengan lokasi, kamu bangun di mana. Tidak pernah kita melihat persaingan itu head to head. Kedua produk yang ditawarkan itu apa, apakah yang Anda tawarkan itu hanya hunian saja seperti Gading Nias, atau seperti di Pakubuwono Residences. Ketiga, orang melihat bagaimana perusahaannya, apakah konsisten atau tidak baik dari sisi mutu dan waktu penyerahannya. Keempat, orang juga melihat dari sisi desain arsitekturnya. Tinggal persoalannya adalah, dimana kita sudah mendapatkan lahan, kita harus membangun sesuatu yang dibutuhkan oleh pasar di sekitarnya.”

Fakta dan rekam jejak keberhasilan perusahaan menapaki bisnis properti selama 48 tahun, bukan tanpa perjuangan dan lilitan permasalahan. Namanya bisnis, tentu tak akan lepas dari hal-hal tersebut. Sepaket dengan risiko-risiko yang siap mengancam.

Salah satu yang diungkap Cosmas sebagai tantangan yang serius bagi pelaku bisnis seperti Agung Podomoro adalah terkait kebijakan yang bisa berubah sewaktu-waktu.

“Kalau satu lokasi kita beli tanah dan bisa dibangun perumahan, tiba-tiba ada perubahan menjadi untuk daerah permukiman yang tidak padat, tentu saja ini akan mengubah apa yang kita rencanakan. Ini menjadi risiko bisnis properti yakni bagaimana kita menghadapi kondisi ini. Tentu harapan kita agar ada konsisten terus menerus. Kita sudah taruh uang, sudah investasi, jika tiba-tiba batal dibangun, ya kita melihat itu sebagai sebuah risiko” ujarnya.
Itu risiko yang terutama, karena berhubungan dengan pihak konsumen. Tetapi dengan adanya optimisme, risiko itu tentu bisa dilewati lewat sumber daya manusianya, atau SDM.

“Lalu persoalan berikutnya, bagaimana memadukan sekian banyak keahlian SDM itu untuk menjadikan sebuah produk dapat dipasarkan ke masyarakat. Kita harus menjaga sedemikan rupa agar SDM yang kita miliki itu berkomitmen 100% untuk memajukan perusahaan.

Menghadapi apapun, SDM di perusahaan harus kompak dan harus ada satu kesamaan pandangan bahwa dengan bekerjasama, perusahaan akan menjadi kuat. “Harus satu visi, satu tujuan dan harus ada kesadaran bahwa sebuah usaha itu bisa maju kalau ada rasa kebersamaan. Harus ada sense of belonging sehingga semua hal dikerjakan dengan penuh tanggung jawab,” jelasnya.

Dan untuk menghasilkan SDM yang berkualitas, perusahaan ini selalu mengadakan kursus dan training bagi karyawannya.

“Kita memahami bahwa kita butuh tenaga-tenaga sarjana yang memiliki latar belakang ilmu, tetapi ilmu yang bisa diterapkan atau applied sciences. Itu sebabnya, Podomoro University yang juga dimiliki oleh Agung Podomoro hadir dengan sebuah konsep mengembangkan anak didik untuk memahami dunia bisnis, anak didik yang memiliki visi entrepreneurial, tetapi mereka juga memiliki keahlian di bidangnya masing-masing.”

Cosmas Batubara yang juga Rektor Podomoro University itu mengatakan, pihaknya mendesain kampus itu sebagai sumbangsih tambahan Agung Podomoro Group bagi bangsa dan negara. Kiprah utamanya adalah di dalam pembangunan properti nasional.

“Lulusan kita (Podomoro University-red)diharapkan dapat berperan langsung dalam pembangunan masyarakat sesuai latar belakang ilmu yang mereka dapatkan di kampus. Oleh karena itu program-program yang kita adakan di Podomoro University adalah program yang dapat diterapkan di masyarakat. Kita juga menyakini bahwa Indonesia akan lebih cepat berkembang jika jumlah entrepreneurnya bertambah sehingga dengan lembaga pendidikan ini kita berharap lulusannya dapat berkontribusi untuk menambah jumlah entrepreneur di tengah masyarakat yang dengan sendirinya akan mendorong perekonomian bangsa ke depan menjadi lebih kokoh.”
Tidaklah berlebihan, ketika Agung Podomoro Grup mampu terus berkibar di tengah lambatnya pertumbuhan industri properti nasional yang telah memakan banyak korban dari pelaku industri ini.

Dengan konsep optimisme yang terus digenggam kuat, Cosmas yakin, perusahaan ini akan terus berdiri kokoh untuk terus mengembangan properti bagi kehidupan banyak orang. Karena optimisme yang begitu kuatnya dan terus menerobos masuk ke setiap sendi kehidupan, tanpa mengenal kata menyerah. (Ferdinand Lamak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *